Dalam surah Al-Insyirah Allah SWT mengajarkan kepada kita: "Dan apabila kamu telah longgar maka ciptakanlah aktivitas" (Al-Insyirah). Penelitian terhadap dua kelompok siswa yang sama-sama dihadapkan pada satu ujian yang sama membuktikan, bahwa kelompok siswa yang menghadapi ujian dengan persiapan belajar yang diselingi aktivitas olahraga, bermain dan berinteraksi dengan temannya secara rata-rata mencapai hasil ujian yang lebih baik dibandingkan dengan sekelompok siswa yang menghadapi ujian dengan persiapan belajar pada ruang tertutup dan diisolasi dari aktivitas dan interaksi dengan luar. Baca artikel pendek "Pentingnya Aktivitas"
Kegiatan pendidikan di SDMT Ponorogo memang didesain full activities, banyak kegiatan, baik ragam dan coraknya. Tentunya hal itu dikandung maksud untuk membentuk karakter siswa yang bertauhid dan berakhlaqul karimah atau memiliki dasar-dasar life skill yang memadai, sekaligus sebagai upaya memupuk kecintaan anak kepada sekolah, kegiatan belajar, dan pada akhirnya kecintaan pada budaya belajar.KEGIATAN HARIAN
Pra Pembelajaran: Mengaji, Brain Gym dan Evaluasi Diri
30 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai (07.00-07.30), di SDMT diprogram dengan kegiatan mengaji (membaca, menghafal atau membahas Quran-Hadist), lalu dilanjutkan dengan kegiatan Brain Gym (kegiatan senam otak atau aktivitas ringan perangsang daya konsentrasi) agar anak lebih siap dan fokus mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain mengaji dan brain gym, kegiatan Pra Pembelajaran yang dibimbing wali kelas ini juga diisi dengan kegiatan evaluasi diri. Dalam kegiatan ini, wali kelas mengajak siswa untuk berkomunikasi dan berdialog tentang diri mereka dan banyak hal, yang pada akhirnya berujung pada upaya meningkatnya motivasi belajar siswa.
8 Jam Pelajaran dalam Sehari, Mengapa Tetap Enjoy?
Dalam sehari ada 8 jam pelajaran di SDMT Ponorogo. Memang banyak sepertinya, tapi perlu dicatat satu jam pelajaran (JP) di SDMT Ponorogo durasinya hanya 30 menit, berbeda dengan kebanyakan sekolah yang satu JP nya 35 - 45 menit. Sekalipun hanya 30 menit, secara akumulatif jumlah JP di SDMT Ponorogo tetap SDMT melebihi standar nasional. Keunggulan penetapan jam di SDMT ini adalah siswa tidak terbebani oleh lamanya kegiatan pembelajarannya namun (secara akumulatif dalam sehari) memperoleh tambahan waktu belajar yang lebih. Di antara latar belakang ditetapkannya durasi jam 30 menit ini karena SDMT merupakan sekolah semi full days (antara pukul 07.00-14.00).
Delapan jam pelajaran tersebut dikelompokkan menjadi 4 pertemuan, jadi dalam satu pertemuan memakan durasi 60 menit (2 x 30 menit). Antara satu pertemuan dengan pertemuan berikutnya diberi jeda waktu istirahat, makan atau sholat. Dengan penataan dinamika kegiatan pembelajaran seperti tersebut, siswa bisa bisa betah dan enjoy hingga sore hari. Belum lagi alunan musik yang bervarisasi senantiasa mengiringi kegiatan siswa seharian di sekolah.
Istirahat, Sholat Dhuha, Makan Siang dan Sholat Zhuhur
Inilah kegiatan-kegiatan yang menyelingi 4 pertemuan pembelajaran di SDMT. Setelah 60 menit mengikuti kegiatan kelas (indoor maupun outdoor), siswa SDMT langsung memperoleh kegiatan jeda berupa istirahat, sholat maupun makan. Dalam kegiatan-kegiatan inilah para siswa merefresh diri mereka baik dengan bermain ringan, jajan sambil mendengarkan musik. Bahkan sholat (baik Dhuha maupun Zhuhur) dalam dunia hypno therapy dikategorikan sebagai salah satu cara menurunkan frekuensi gelombang otak yang artinya berpengaruh besar membuat otak bahkan jiwa siswa menjadi lebih fresh dan segar. Sehingga pulang larut siang sudah tidak menjadi masalah bagi para siswa, bahkan siswa pada level tertentu justru sering pulang 'kesorean' karena terlalu betah berdiam di sekolah.
KEGIATAN MINGGUAN
Kegiatan Standar: Upacara Bendera dan Latihan Pramuka/HW
Seperti halnya sekolah pada umumnya, SDMT Ponorogo juga mengadakan kegiatan mingguan seperti upacara bendera dan latihan pramuka/HW. Upacara diadakan setiap hari Senin diikuti oleh seluruh siswa dengan petugas dari kelas IV - VI, sedangkan Latihan Pramuka/HW diadakan setiap hari Sabtu Pagi dan juga diikuti oleh seluruh siswa. Khusus untuk upacara bendera, SDMT Ponorogo sedang melakukan uji coba untuk menggunakan bahasa Arab-Inggris ke dalam rangkaian upacara, tetapi terbatas pada penggunaan aba-aba dan penyampaian sambutan Pembina Upacara.
Kegiatan Khusus: Vocabulary, Perpustakaan dan Berlin
Meningkatkan kemampuan produktif berbahasa Arab-Inggris merupakan komitmen sekolah. Untuk menunjang program ini, di antaranya diadakan program penambahan vocabulary atau mufrodat (kosakata Inggris dan Arab) setiap seminggu sekali. Kegiatan penambahan vocabulary ini dilakukan outdoor, terjadwal dan menggunakan berbagai model/metode. Adapun kegiatan perpustakaan merupakan kegiatan pengembangan minat baca siswa. Pada jam yang disediakan secara khusus, siswa diberi kesempatan untuk membaca buku-buku yang mereka bawa dari rumah, membahas maupun menceritakan isi bacaannya dengan guru atau teman. Berlin atau Bersih Lingkungan merupakan kegiatan harian yang digilirkan kepada tiap-tiap kelas. Kelas yang memperoleh giliran/jadwal berlin bertugas secara bersama-sama membersihkan area sekolah, memunguti sampah, menyirami tanaman dan membenahi sarana semampu mereka dengan bimbingan wali kelasnya. Kegiatan Berlin ini diadakan semata-mata untuk meningkatkan kesadaran siswa akan lingkungan mereka, memupuk rasa memiliki dan kebutuhan untuk memelihara lingkungan.
Kegiatan Ekstra Kurikuler: Memarnai Gambar, Musik, Teater, Drumband, Tartil dan Tapak Suci
Hari Sabtu merupakan student day di SDMT, pada hari ini tidak ada kegiatan pembelajaran bahkan siswa pulang lebih awal daripada hari-hari biasanya. Pada hari ini siswa-siswi SDMT sesuai minat dan bakatnya yang telah direpresentasikan dalam kelompok-kelompok mengikuti berbagai kegiatan ekstra kurikuler. Kelas bawah (I-II) mengikuti latihan menggambar dan mewarnai, sedangkan kelas III ke atas sesuai kelompoknya ikut serta latihan musik, teater, drumband, tartil maupun tapak suci.
KEGIATAN TRIWULAN
Outbound, Field Trip, Renang, dan Panggung Kecil
Beriringan dengan pelaksanaan ujian (ujian tengah dan akhir semester), maka SDMT juga mengadakan kegiatan kesiswaan seperti outbound, field trip maupun renang. Kegiatan yang bersifat jelajah alam dan eksplorasi fisik ini, lebih dimaksudkan sebagai ajang rekreasi, mengasah aktivitas serta menambah pengalaman siswa. Khusus renang juga merupakan moment mengenalkan siswa pada aktivitas air (akuatik) sebagai bagian aspek pembelajaran Pendidikan Jasmani. Sedangkan Panggung Kecil merupakan ajang yang bagi para siswa untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas seninya, utamanya para siswa yang telah mengikuti latihan seni dalam rentang waktu satu triwulan terakhir.
KEGIATAN TAHUNAN
MOS, Pentas Seni "Panggung Ekspresi", Pawai Pembangunan, Pondok Ramadhan, Perkemahan
Sebagai sarana mengenalkan sekolah kepada para siswa baru, maka tiap awal tahun ajaran baru semua siswa baru diikutkan pada kegiatan MOS (Masa Orientasi Sekolah), di antara rangkaian kegiatan MOS ini adalah perkenalan, puzzle, outbond, berkebun, makan bersama, dan di hari terakhir ditutup dengan penampilan siswa lama dalam pentas seni "Panggung Ekspresi" yang menyajikan tampilan berupa tarian, musik, drama/teater, silat, puisi kolosal, pantomin dsb. Sedangkan wahana untuk mengenalkan sekolah pada masyarakat umum maka tiap tahun SDMT Ponorogo selalu aktiv serta dalam pawai pembangunan di kabupaten, yaitu dengan menampilkan sejumlah mobil hias. Sudah menjadi komitmen SDMT yang merupakan sekolah Islam untuk lebih mendalam menanamkan nilai-nilai tauhid dan akhlakul karimah kepada para siswanya, di antara kegiatan massal yang diselenggarakan adalah Pondok Ramadhan dan Perkemahan. Dengan kedua kegiatan itu siswa diarahkan untuk semakin mandiri dalam mengurus diri sendiri serta mandiri dalam mengontrol ibadah hariannya.
| Comments |
|
|
||||||||
|
||||||||
|
||||||||



Google
Facebook
Twitter
del.icio.us
Blogger
My Site